Minggu, 13 September 2009

AIR CONDITIONER

Air Conditioning (AC) atau alat pengkondisi udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk memberikan udara yang sejuk dan menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi tubuh. Penggunaan AC ini sering ditemui di daerah tropis yang terkenal dengan musim panas. Suhu udara pada saat musim panas yang sedemikian tinggi dapat mengakibatkan dehidrasi cairan tubuh yang dapat mengakibatkan kematian.
Selain itu, AC dimanfaatkan sebagai pemberi kenyamanan. Di lingkungan tempat kerja AC juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara dalam upaya peningkatan produktivitas kerja. Karena dalam beberapa hal manusia membutuhkan lingkungan udara yang nyaman untuk dapat bekerja secara optimal. Tingkat kenyamanan suatu ruang juga ditentukan oleh temperatur, kelembapan, sirkulasi dan tingkat kebersihan udara.
Prinsip Kerja Pendingin
a) Siklus Aliran Refrigeran
Mesin pendingin udara ruangan (Air Conditioner/AC) adalah alat yang menghasilkan dingin dengan cara menyerap udara panas sekitar ruangan. Proses udara menjadi dingin adalah akibat dari adanya pemindahan panas. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai bahan pendingin dalam mesin pendingin disebut refrigeran. Di dalam Air Conditioner dibagi menjadi 2 ruang. Ruang dalam dan ruang luar. Dibagian ruang dalam udaranya dingin karena adanya proses pendnginan. Dibagian ruang luar digunakan untuk melepaskan panas ke udara sekitar. Secara umum gambaran mengenai prinsip kerja AC adalah:
1) Penyerapan panas oleh evaporator
2) Pemompaan panas oleh kompresor
3) Pelepasan panas oleh kondensor
Prinsip kerja AC tidak berbeda jauh dengan prinsip pada Kulkas, hanya saja pada AC pemindahan panas diperlukan energi tambahan yang ekstra besar karena yang udara didinginkan skalanya lebih besar dan banyak. Di dalam mesin Air Conditioner (AC) bentuk refrigeran berubah-ubah bentuk dari bentuk gas ke bentuk cairan. Pada kompresor refrigeran masih berupa uap, tekanan dan panasnya dinaikkan dengan cara dimampatkan oleh piston dalam silinder kompresor. Kemudian uap panas tersebut didinginkan pada saluran pipa kondensor agar menjadi cairan. Pada saluran pipa kondenser diberi kipas untuk mempercepat proses pendinginan. Proses pelapasan panas ini disebut teknik pengembunan.
Selanjutnya cairan refrigeran dimasukkan ke dalam evaporator dan dikurangi tekanannya sehingga menguap dan menyerap panas udara sekitar. Di dalam AC bagian dalam ruangan, udara dingin disebarkan menggunakan kipas blower. Dalam bentuk uap (gas) refrigeran dihisap lagi oloeh kompresor. Demikian proses tersebut berulang terus sampai gas habis terpakai dan harus di isi kembali.







b) Siklus Aliran Udara
Dibagian ruang dalam yang udara di sekitarnya panas akan digantikan oleh udara yang telah didinginkan melalui kipas blower. Udara panas akan terserap masuk ke dalam kipas blower dan didinginkan didalam ruang kipas blower.



Di bagian luar ruangan terdapat kondesor yang melepas panas refrigerant setelah proses pemampatan kompresor. Untuk mempercepat proses pelepasan panas maka ditambahkan kipas.
Secara Umum AC terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:
1. Kompresor
Kompresor adalah suatu alat mekanis dan bertugas untuk mengisap uap refrigeran dari evaporator. Kemudian menekannya (mengkompres) dan dengan demikian suhu dan tekanan uap tersebut menjadi lebih tinggi. Tugas kompresor adalah mempertahankan perbedaan tekanan dalam sistem. Kompresor atau pompa hisap tekan berfungsi mengalirkan refrigeran keseluruh sistem pendingin. Sistem kerjanya adalah dengan mengubah tekanan sehingga berpindah dari sisi bertekanan tinggi ke sisi bertekanan lebih rendah. Semakin tinggi temperatur yang dipompakan semakin besar tenaga yang dikeluarkan oleh kompresor.

Komponen-komponen penting yang terdapat pada kompresor adalah:
a) Katup Isap
Katup ini memasukkan gas refrigeran ke dalam silinder atau ruang torak. Daya isap dan kemampuan kompresor bergantung dari kecepatan gerak dan kecapatan udara dari semua bagian yang berhubungan dengan katup ini. Katup ini biasanya terbuat dari baja khusus (compressor valve steel).
b) Katup Buang
Katup buang bertugas untuk membuang gas-gas keluar dari silinder atau ruang-ruang torak. Katup-katup buang ini biasanya terbuat dari bahan-bahan yang sama dengan katup-katup isap.
c) Katup Servis
Katup ini berguna untuk menguji kompresor dan memperbaiki system pendingin.
d) Bak Penampungan (Reservoir)
Penampung minyak diperlukan untuk pelumasan semua bagina-bagian. Biasanya bak engkol (crank case) digunakan sebagai bak penampung minyak, kecuali pada kompresor-kompresor yang besar yang mempunyai sistem pelumasan khusus. Ada beberapa jenis kompresor, diantaranya:
a) Kompresor bolak-balik
Kompresor bolak-balik merupakan jenis yang banyak dipakai. Kompresor ini dapat bersilinder tunggal atau ganda. Dinamakan kompresor bolak-balik, karena gerak toraknya yang maju mundur dalam silindernya. Panjang gerakan dari torak disebut langkah (strok) atau panjang langkah. Panjang langkah ini biasanya sama dengan diameter silinder. Kapasitas kompresor tergantung dari faktor-faktor: jumlah silinder, panjang langkah, jumlah putaran permenit dan lain-lain. Gerak dari torak yang bolak-balik ini didapat dari poros engkol yang menerima gerakan dari motor listrik.

Gambar 3.1 Kompresor Bolak - balik


Untuk cara kerjanya, perjalanan refrigeran dari dan masuk ke kompresor diatur oleh katup pembuang (discharge) dan klep pengisap (suction). Refrigeran keluar melalui katup pebuang dan masuk melalui katup penghisap. Apabila torak bergerak menjauhi katup, maka langkah
ini disebut suction-stroke dan tekanan akan berkurang. Oleh karena tekanan didalam kompresor lebih rendah dari tekanan saluran isap, maka uap refrigeran masuk kedalam kompresor. Jika torak bergerak mendekati katup, tekanan didalam kompresornya naik sehingga katup penghisap tertutup. Sedangkan klep buang terbuka menyebabkan uap
refrigeran mengalir kesaluran tekan (discharge line) luar. Demikian seterusnya.
b) Kompresor Rotary
Kompresor ini mempunyai tugas yang sama dengan kompresor bolakbalik, yaitu menekan gas guna menimbulkan perbedaan tekanan pada sistem dan menabah pengaliran refrigeran dari satu bagian ke bagian lain. Proses pemadatan gas atau uap refrigeran dilakukan oleh peluru (roller). Lihat gambar 3.2. Pada gambar tersebut bola putar berputar eksentrik pada sumbu di dalam suatu ruang yang sejajar dengan sumbu. Ruang ini disebut pompa.


Gambar 3.2 Kompresor Rotary

2. Kondensor (pengembun)
Kondensor bertugas untuk menguapkan refrigeran dengan jalan melepaskan kalor uap refrigeran tersebut disekelilingnya. Kondensor adalah alat untuk membuat kondensasi bahan pendingin dari kompresor dengan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Bahan pendingin di dalam kondensor dapat mengeluarkan kalor yang diserap dari evaporator dan panas yang ditambahkan oleh kompresor. Kondensor berfungsi untuk membuang kalor dan mengubah wujud bahan pendingin dari gas menjadi cair. Kondensor diletakkan antara kompresor dan alat pengatur bahan pendingin, yaitu pada sisi tekanan tinggi dari sistem. Kondensor ditempatkan di luar ruangan yang sedang didinginkan agar dapat membuang panasnya ke luar kepada zat yang mendinginkannya. Untuk memperbesar perpindahan kalor, maka pada konstruksi pipa-pipanya diberi sirip-sirip (fins). Selain untuk memperluas permuakaan pipa, sirip-sirip ini juga untuk menambah kekuatan konstruksi dari kondensor. Seperti yang telah diterangkan bahwa refrigeran meninggalkan kompresor dalam bentuk uap yang bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi pula. Uap ini harus dicairkan untuk dapat dicairkan lagi. Hal tersebut menjadi tugas kondensor.
Ada beberapa jenis kondensor menurut sistem pendinginannya:
a) Pendinginan Air
Kondensor type ini terdiri dari suatu ruangan untuk menampung gas refrigeran dari kompresor. Di dalamnya terdapat jalu-jalur pipa untuk pendinginan. Air dilairkan melewati pipa-pipa ini baik dari aliran air minum kota (PDAM) atau dari tempat-tempat lain. Air tidak boleh kotor atau mengandung larutan-larutan kimia yang bisa menyumbat dan merusak pipa-pipa tersebut.




Gambar 3.3 Kondensor Pendingin Air


Uap refrigeran dimasukkan pada bagian atas dari ruangan ini. Tekanan dan suhunya tinggi oleh karena itu air uap ini mengembun dan ditampung untuk digunakan kembali.

b) Pendinginan Udara
Pendinginan dilakukan oleh udara yang dilakukan pada susunan pipa-pipa yang mengalirkan uap refrigeran. Kapasitas dari pendinginan ini sangat tergantung pada suhu udara luar. Jika udara luarnya sangat panas, maka efisiensi pendinginannya berkurang.

Gambar 3.4 Kondensor Pendingin Udara









c) Penguapan Air
Pendinginan ini dilakukan oleh udara dan air. Air disemprotkan pada kondensor. Sedang udara dihembuskan dari bawah ke atas. Pada kondensor jenis ini dilengakapi dengan pompa air yang berfungsi untuk mensirkulasikan air dan kipas untuk mengalirkan udara.

d) Kombinasi Pendinginan Udara dan Air
Bekerjanya sama dengan kondensor jenis penguapan air. Hanya saja disini air diatur oleh suatu klep dan hanya bekerja dengan adanya ketidakmampuan dari udara pendinginan untuk mencapai suhu pendinginan yang dikehendaki.


Gambar 3.5 Kondensor Kombinasi





3. Evaporator
Evaporator atau sering juga disebut boiler, freezer, froster, cooling coil, chilling unit, dan lain-lain. Fungsi dari evaporator adalah untuk menyerap panas dari udara atau benda di dalam mesin pendingin dan mendinginkannya. Kemudian membuangnya kalor tersebut melalui kondensor di ruang yang tidak didinginkan. Kompresor yang sedang bekerja menghisap bahan pendingin gas dari evaporator, sehingga tekanan di dalam evaporator menjadi rendah dan vakum. Evaporator fungsinya kebalikan dari kondensor, yaitu tidak membuang panas kepada udara di sekitarnya, tetapi untuk mengambil panas dari udara di dekatnya. Kondensor ditempatkan di luar ruangan yang sedang didinginkan, sedangkan evaporator ditempatkan di dalam ruangan yang sedang didinginkan. Kondensor terletak pada sisi tekanan tinggi, yaitu diantara kompresor dan alat pengatur bahan pendingin. Evaporator terletak pada sisi tekanan rendah, yaitu diantara alat pengatur bahan pendingin dan kompresor. Dalam konsep pemindahan panas sehingga menjadi dingin evaporator merupakan bagian yang dalam mekanisme ini. Proses percepatan yang terjadi tergantung dari beberapa faktor, yaitu:
a) Bahan pipa
Pada panjang pipa evaporator terjadi proses perpindahan panas secara konveksi. Maka dari itu bahan pipa yang digunakan harus mempunyai kemampuan penghantar panas yang baik dan tahan karat. Biasanya bahan yang digunakan adalah bahan dari aluminium, tembaga, kuningan dan baja tahan karat (stainless steel). Aluminium dan tembaga mempunyai sifat penghantar panas yang baik tetapi tidak asam. Baja mempunyai sifat tahan karat dan korosi akan tetapi kurang baik dalam menghantarkan panas. Dalam praktik, pemilihan bahan ini disesuaikan dengan kondisi kerja AC.
b) Luas permukaan
Perpindahan panas dari satu sisi ke sisi lain sangat tergantung pada luas permukaan evaporator. Semakin luas permukaan tempat berlangsungnya perpindahan panas, semakin cepat laju perpindahan panas yang terjadi. Sepanjang luas permukaan evaporator diberikan sirio yang tersusun rapi agar panas diserpa lebih banyak dan luas.


Gambar 3.6 Evaporator



c) Faktor Film (kerak)
Faktor film suatu permukaan pada sirip-sirip evaporator berkaitan dengan laju kecepatan udara yang melaluinya. Bila kecepatan udara yang melaluinya terlalu rendah maka akan terbentuk lapisan kerak permukaan sirip-sirip sehingga akan menghambat laju perpindahan panas.

Gambar 3.6 Sirip Evaporator


d) Bahan Pendingin (refrigeran)
Perpindahan panas bahan pendingin cair ke cair lebih baij daripada cair ke gas. Namun kenyataanya perindahan panas lebih sering terjadi antar udara denga refrigeran uap. Perpindahan panas dari gas ke gas mempunyai prose yang kurang cepat. Oleh karena itu pemakaian refrigeran hendaknya disesuaikan dengan kondisi kerja evaporator.
e) Konstruksi Pipa Evaporator
Pipa atau koil evaporator yang digunakan terdiri berbagai macam tipe tergantung kondisi dan kebutuhan metalasi. Perbedaan jenis pipa yang digunakan satu dengan yang lain terletak pada sistem pengaliran udara pada pipa evaporator dan pengaliran air yang terkondensasi. Beberapa tipe pipa evaporator yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
1. Pipa Tipe Slant
Pada tipe ini biasanya digunaka untuk mengalirkan udara yang mengarah ke atas, bawah dan horisontal. Dimana struktur pipa merupakan satu kesatuan panel yang dipasang mempermudah pengaliran hasil kondensasi. Bak penampungan air hasil kondensasi ditempatkan di bagian bawah. Lihat gambar 3.7.
Gambar 3.7 Pipa Tipe Slant

2. Pipa Tipe A
Untuk tipe ini aliran udara mengarah ke atas atau ke bawah saja terkadang pipa tipe A juga digunakan untuk mengalirkan udara secara horisontal. Namun untuk posisi mengalirkan udara yang arahnya horisontal tidak umum pada tipe A ini, biasanya untuk kondisi ini dipakai pipa evaporator tipe H. Bak penampungan air hasil kondesasi diletakkan di bawah bentuk A. Lihat gambar 3.8


Gambar 3.8 Pipa Tipe A


3. Pipa Tipe H
Pipa tipe H biasanya digunakan untuk mengelirkan udara secara horisontal. Bak penampungan hasil kondensasi terletak di bagian bentuk H. Namun bila tipe H ini digunakan untuk mengalirkan udara secara vertikal maka bak penampungan harus ditempatkan khusus
yang memungkinkan air hasil kondensasi tertampung dengan baik.


Gambar 3.9 Pipa Tipe H



4. Alat Ekspansi
Alat ini digunakan untuk mengatur jumlah cairan refrigeran yang masuk ke dalam evaporator. Alat ini terletak diantara evaporator dan kondensor. Refrigeran yang keluar dari kondensor mempunyai suhu dan bertekanan tinggi. Sedangkan refrigeran yang masuk ke dalam evaporator harus memiliki suhu dan tekanan rendah. Oleh karena itu, untuk menurunkan suhu dan tekanan tinggi ini diperlukan suatu alat ekspansi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa refrigeran yang dalam evaporator berbentuk cair dan keluar dalam bentuk panas. Keadaan refrigeran yang keluar dari evaporator inilah yang dijadikan dasar untuk mengatur jumlah refrigeran cair yang masuk evaporator. Jenis katup ekspansi yang beredar ada lima yaitu:
a) Pelampung sisi atas (high side float)
b) Pelampung sisi bawah (low side float)
c) Katup ekspansi thermostatis otomatis, dan
d) Lubang tetap (fixed bore).

Pada sistem AC, ketiga jenis terakhir inilah yang paling umum digunakan. Komponen-komponen penting yang terdapat pada katub ekspansi thermostatis antara lain badan katup, diafragma, jarum dan dudukan pegas, serta bola sensor dan pipa transmisinya. Beberapa katup dilengkapi dengan equalizer. Equalizer dibutuhkan bila evaporator sangat penjang sehingga berakibat turunnya tekanan. Tugas equalizer adalah membantu beban kerja katup. Jika beban kerja mesin pendingin bertambah besar evaporeator akan menjadi minus refrigeran dan temperatur di evaporator menjadi tinggi sehingga kerjanya menjadi tidak
efisien. Dengan adanya equalizer refrigeran yang masuk ke evaporator dapat menjadi lebih banyak.


Gambar 3.10

Sistem equalizer yang dipasang pada katup ekspansi thermostatis bisa diluar atau didalam katup. Equalizer yang diluar berupa saluran yang dipasang dari katup (di bawah diafragma) ke pipa di sisi luar evaporator. Saliran ini harus dipasang setelah bola sensor (sensing bulb).

5. Kipas
Fungsi kipas pada AC digunakan untuk mengalirkan udara dalam sistem. Kipas yang sering digunakan dalam sistem AC yaitu kipas sentrifugal (blower) dan kipas propelar. Kipas sentrifugal atau blower diletakkan di dalam ruangan. Fungsi blower adalah meniup udara dingin di dalam ruangan. Sedangkan kipas propelar diletakkan di luar ruangan tugasnya membuang udara panas pada sisi belakang atau aplikasi kondensor.




Gambar 3.11 Kipas




6. Motor Listrik
Pada AC, motor listrik dipakai sebagai penggerak kompresor, pompa dan kipas. Pengubahan energi listrik menjadi energi mekanik dilakukan dengan memanfaatkan sifat-sifat gaya magnetik. Ada 2 motor yang digunakan pada suatu unit AC :



1) Motor kapasitor-kipas
Motor ini adalah motor kapasitor run yang digunakan pada kipas blower. Kipas blower berfungsi untuk mengalirkan hembusan udara dingin keluar.
Gambar 3.12 Motor kipas

2) Motor kapasitor-kompresor
Motor ini adalah motor kapasitor tetap yang digunakan pada kompresor. Motor ini berfungsi sebagai penggerak torak pada kompresor. Dengan bergerak naik turunnya torak akan dapat mengalirkan refrigeran dan memampatkan kembali untuk dialirkan kembali.
Ada dua macam jenis motor yang sering digunakan pada motor kipas dan kompresor :
1) Permanent Split Capasitor (PSC)
Motor listrik PSC ini banyak digunakan pada sistem AC. Arus mengalir pada running dan starting winding motor. Pada motor ini hanya mempergunakan satu kapasitor, yaitu kapasitor Run yang dipasang antara terminal R dan S secara seri terhadap starting winding.

Gambar 3.13 Diagram perkawatan Motor Split Capasitor


Motor jenis ini sangat peka sekali terhadap penurunan tegangan 5-10% menimbulkan kesulitan pada waktu mulai berjalan (start). Untuk membantu kesulitan ini biasanya dipasang thermal protector. Karena itu motor ini starting torsinya kecil sehingga kalau kompresor tiba-tiba berhenti, sebelum tekanan sistem mencapai keseimbangan, thermal protector akan membuka sebelum start lagi. Menunggu tekanan pada kondensor dan saluran hisap menjadi sama.
2) Motor Split-Phase (fasa belah)
Efisiensi motor split-phase pada waktu berjalan sangat baik dan puntiran (torsi) awalnya termasuk sedang (medium). Pada umumnya motor jenis ini memliki empat kutub yang diatur sedemikan rupa sehingga mampu beroperasi sebagai motor dan kutub. Yaitu dengan mengubah hubungan listrik pada terminalnya.

Gambar 3.14 Motor Split-Phase (fasa belah)


6. Thermo-Overload (OMP / Overload Motor Protektor)
Adalah sebuah pengaman bagi motor kompresor agar tidak terlalu panas dan arus yang melewati tidak terlalu besar. OMP ini berfungsi seperti skring,jika terjadi panas yang berlebihan pada kompresor maka OMP ini akan memutus arus pada motor kompresor.




Jenis - jenis AC yang sering dipakai:
1. AC Window
AC Window adalah AC yang evaporator dan kondensornya terletak pada
1 buah mesin (kotak).
Gambar




Gambar 3.15 Bagian-bagian AC window

Adapun proses pemasangannya sebagai berikut:
(1) Bersihkan jendela yang akan dipasang AC dari laisan-lapisan pada jendela. Dan pasanglah pelapis karet seal kuat dan udara tidak dapat masuk ke ruangan.

Gambar 3.16



(2) Pasang AC pada tempat yang telah tersedia.



Gambar 3.17. Pemasangan AC window



(3) Masukkan pengait ke dalam rel yang terpasang agar lebih kuat.



Gambar 3.18 Pengait AC window


(4) Pasang sekrup pengait pada tempat yang tersedia.

2. AC Split
AC Split adalah AC yang evaporator dan kondensor berada di 2 mesin yang berbeda. Evaporatornya terletak di dalam ruangan. Sedangkan kondensornya terletak di luar ruangan. Adapun proses pemasangannya sebagai berikut:
(1) Secara totalitas peasanganya akan seperti gambar dibawah ini:

Gambar 3.19 Pemasangan AC split




(2) Pemasangannya meliputi di bagian dalam ruangan yang terdiri dari mesin evaporatornya

Gambar 3.20

(3) Pemasangan bagian luar adalah memasang mesin kondensornya






Gambar 3.21. AC Split bagian luar (out door)







Jenis – jenis masalah yang sering timbul pada AC tipe split:
1. AC tidak dingin karena pompa kompresor tidak nyala sedangkan kipas out door nyala, hal yang dilakukan adalah:
matikan indoor AC.ganti kapasitor kompresor dengan yang baru dan sesuai dengan kapasitas semula. Jika tidak juga menyala maka periksa OMP (Over load Motor Protector) kompresor dengan multi tester, jika OMP nya bagus (dalam posisi dingin ada koneksi), kemudian coba buka kabel yang ke kompresor (kabel SCR) bersihkan ujung soket dan periksa nilai R (hambatannya) dengan multi meter jika masih ada tahanan pada tiap kabel berarti kompresor masih bagus, setelah soket bersih pasang kembali pada posisi semula. Jika semua kabel sudah dipasang dengan benar maka AC dinyalakan lagi dengan mereset stop kontak terlebih dahulu. Jika kompresor tidak juga bekerja maka kompresor perlu di service, jika kompresor nyala beberapa waktu dan kemudian tidak bekerja lagi maka OMP perlu diganti karna OMP tidak berfungsi dengan baik (susah kembali pada posisi koneksi).
2. AC tidak dingin karna kipas out door tidak berputar kompresor juga tidak berputar.
Pada kondisi normal (mode cool) jika AC dinyalakan maka kipas out door dan kompresor harus nyala dan mati bersamaan.JIka kipas tidak berputar maka periksa nilai tahanan pada motor kipas (normal/tidak). Jika normal, coba ganti kapasitor motor fan dengan kapasitor yang baru dengan nilai dan jenis yang sama.
3.AC tidak dingin karna kipas out door dan kompresor mati – hidup mati hidup dalm waktu yang singkat. Hal ini menandakan termis tidak bekerja dengan baik.
4. AC tidak dingin karna kipas indoor tidak berputar. Maka periksa terlebih dahulu sambungan – sambungan kabel pada PCB (paint circuit Board) n motor dengan multi meter , jika semua kabel terpasang dengan benar dan tahan normal maka ganti kapasitor running indoor yg menempel pada PCB.
5. AC tidak dingin karena Evaporator hanya dingin pada bagian atas. Hal ini menunjukakan kalau tekanan Freon yang kurang, jika penambahan Freon tidak bisa memaksa liquid masuk pada evaporator bagian bawah maka perlu dilakukan pemvakuman dengan menggunakan pompa vakum atau pembersihan saluran pipa dengan bantuan tekanan angin dari freon. Pemvakuman menghindarkan bercampurnya udara dan Freon. Udara yang terjebak akan bercampur dengan Freon yang mengakibatkan komposisi Freon berubah dan turunnya kualitas Freon dan lama kelamaan akan menyebabkan korosi pada pipa – pipa dan korosi ini akan membuat kotor system dan lama kelamaan akan membuat system terhambat dan bocor maka ditekankan perlunya dilakukan pemakuman dengan menggunakan pompa vakum.
6. Terjadi bunga es pada Evaporator
Hal ini baiasanya terjadi karena banyak hal antara lain :
· Evaporator kotor, pemecahanya bersihkan dari kotoran dan lumut – lumut
· Saringan Buntu Atau Kotor, pemecahan permasalahanya adalah bersihkan dengan air bertekanan sampai tidak ada lagi kotoran yang menempel
· Kurang Freon, biasanya hal ini terjadi karena terjadi kebocoran saat instalasi.
Pemecahanya : Cari dengan menggunakan air sabun dengan jalan mengusap atau pada bagian – bagian yang rawan bocor, misalkan sambungan. Jika terjadi gelembung – gelembung sabaun maka disitu lah summer masalahnya. Maka kencangkan kembali sambungan tersebut atau kalau perlu sambung ulang kembali.
7. Terjadi Bunga es pada pipa kecil / besar ( out door)
Hal ini disebabkan karena kurangnya Freon dan kotornya Unit AC baik indoor dan out door. Untuk itu AC perlu segera di service (cuci dan tambah Freon). Untuk penambahan Freon sebaiknya jangan dilakukan pada cuaca dingin / hujan karena jika cuaca normal lagi (panas) tekanan Freon akan naik dengan sendirinya. Jika tekanan ini melebihi batas maksimal yang di izin kan akan menyebabkan kompresor susah bekerja dan lama kelamaan akan rusak.
Cara mengisi Freon:
Pertama-tama yg harus dilakukan dalam pengisian freon adalah mengoperasikan AC split. setelah outdoor unit mendapatkan supply listrik dari indoor unit, buka nepel penutup pentil pengisian freon dengan kunci inggris.lalu pasang selang berwarna biru yg berada pada manifold di pentil pengisian freon, adakah tekanan freon? dengan melihat jarum manifold tekanan rendah yg berwarna biru. jika tidak ada tekanan freon sama sekali, berarti sistem pendingin/ac split ada kebocoran. cari sampai ketemu dimana letak kebocorannya dengan kuas kecil yg diberi air sabun, bila tidak diperbaiki/dilas kebocorannya freon akan berkurang kembali walaupun telah diisi sampai ac split menjadi dingin kembali. bila ruang kebocorannya harus diperbaiki dengan cara mengelas dan pada sistem pendingin/ac split masih terdapat sisa freon, maka yang harus kita lakukan sebelum melakukan perbaikan/pengelasan adalah membuang sisa freon tersebut agar tidak membahayakan diri dan lingkungan sekitar.
apabila telah ditemukan letak kebocorannya dan sudah diperbaiki/dilas, sistim pendingin/ac split harus divakum terlebih dahulu sebelum diisi freon, dengan menggunakan mesin vakum. vakum yg baik harus mencapai 30″, Jika tidak memilki mesin vakum maka digunakan pemvakuman dengan bantuan compressor/outdoor unit yg akan kita isi freonnya, caranya adalah:
1. pasang selang warna biru pada pentil pengisian freon dan selang warna kuning pada tabung freon(posisi kran ditabung freon dlm keadaan terbuka penuh dan kedua kran pada manifold tertutup penuh).
2. buka penutup kran nepel ukuran 3/8 yg ada pada samping kanan kran nepel outdoor unit.
3. masukan kunci L pada kran nepel 3/8 dan putar kekanan(posisi klep nepel ditutup).
4. operasikan ac split dan tunggu sampai indoor unit mensupply listrik kebagian outdoor unit.
5. setelah outdoor unit beroperasi, lepaskan selang warna biru dari manifold, angin akan keluar dari ujung selang warna biru dan tunggu sampai angin tidak keluar lagi dari ujung selang warna biru.
6. setelah tidak ada angin yg keluar lagi dari ujung selang warna biru, pasang kembali ujung selang warna biru ke manifold lalu putar ke kiri kunci L yg berada pada kran nepel 3/8(posisi kran nepel terbuka penuh).
7. isi freon dengan memutar kran manifold warna biru kearah kiri sambil melihat jarum manifold untuk memastikan berapa freon yg sudah masuk kedalam sistem pendingin/ac split. pada waktu pengisian freon lakukan secara bertahap jangan sekaligus dalam waktu singkat, agar tidak merusak klep compressor. buka kran manifold sebenta lalu tutup kembali, lakukan berulang-ulang dan lihat berapa freon yg sudah masuk pada jarum penunjuk yg ada dimanifold, sampai pipa instalasi ac yg berukuran 3/8 yg berada pada outdoor unit basah berembun atau evaporator yg ada pada indoor unit , apabila dinginnya sudah merata berarti proses pengisian freon sudah cukup,tidak harus75 psi. bila unit ac kelebihan freon akan membuat ac menjadi tidak dingin bukan menjadikan lebih dingin.perhatikan juga amper compressor pada waktu pengisian freon, jangan sampai melebihi batas amper(current) yg dapat di lihat pada sisi indoor unit.


Proses Vakum dengan mengunakan mesin vakum:
Pasang manifold gauge/analyzer pada peralatan pendingin dengan ketentuan sebagai berikut:
- Slang warna biru dihubungkan pada niple disisi hisap(Low pressure)
- Slang warna merah dihubungkan ke niple sisi tekan (High presure) bila ada, bila ditutup
- Slang warna kuning dihubungkan kepompa vakum.
Putar kran warna merah dan biru kearah terbuka sampai maksimium (kran di high dan low presure)
Jalankan pompa vakum selama minimum 20 menit
Perhatikan bila mana sistem setelah divakum perlu ditambahkan oli memlalui sisi hisap. Disarankan oli yang dipakai memiliki visiositas 4 GS atau 5 GS.
Setelah sistem divakum putar kran merah dan biru keaah tertutup.